"Dari Telaga Wahyu, Pramuka Jatim Gaspol:Argasonya Ajak Generasi Z Melek Digital & Tetap Berkarakter”

"Dari Telaga Wahyu, Pramuka Jatim Gaspol:Argasonya Ajak Generasi Z Melek Digital & Tetap Berkarakter”

Kegiatan pembinaan para pelatih Pramuka magetan yang berlangsung di Telaga Wahyu pada Sabtu, 2 Mei 2026, menghadirkan Kepala Pusdiklatda Jawa Timur, Argasonya, sebagai pembicara utama. Acara ini diikuti para pelatih dan anggota Pramuka dari berbagai wilayah, dengan suasana hangat namun sarat makna.

Dalam pemaparannya, Kapusdiklatda menekankan bahwa inti dari gerakan Pramuka terletak pada kesucian pikiran, perkataan, dan tindakan. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah dalam pembinaan tidak cukup hanya diukur dari hasil materi, tetapi harus dilandasi hati nurani. Prinsip tersebut dirangkum dalam ungkapan sederhana namun mendalam: “ojo mikir oleh piro, oleh opo”—tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan pada kontribusi.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya adaptasi di era digital. Menurutnya, para pelatih harus mampu mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi generasi milenial, Gen Z, hingga Generasi Alpha yang sangat akrab dengan teknologi. Integrasi kegiatan alam dengan pembuatan konten digital dinilai menjadi peluang untuk memperluas jangkauan nilai-nilai kepramukaan.

Ka jainudin juga mendorong penggunaan konten lokal dalam proses pelatihan. Ia meyakini bahwa potensi daerah dan kearifan lokal dapat menjadi sumber pembelajaran yang kuat dalam membentuk karakter generasi muda. Hal ini sejalan dengan upaya menyiapkan Pramuka yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, turut disosialisasikan konsep “7 Karakter Anak Indonesia Hebat” yang mencakup kebiasaan positif seperti bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat, gemar belajar, hingga tidur tepat waktu. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara luas di lingkungan Pramuka Jawa Timur.

Menutup kegiatan, ka jainudin menegaskan pentingnya sinergi antar pelatih serta komitmen untuk terus mengabdi tanpa batas usia maupun jabatan. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pelatih bukan sekadar peran formal, melainkan panggilan untuk membina dan membentuk karakter generasi bangsa secara berkelanjutan.

Pewarta: Pewarta Cikal

Editor: (pw)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow