BPBD Magetan Kukuhkan Pelajar Jadi Anggota SAKA-PB, Dibekali Kesiapsiagaan Bencana

Pelajar SMA di Magetan dikukuhkan menjadi anggota SAKA-PB setelah mengikuti kemah kebencanaan, jelajah alam, dan pembekalan kesiapsiagaan bencana.

BPBD Magetan Kukuhkan Pelajar Jadi Anggota SAKA-PB, Dibekali Kesiapsiagaan Bencana

MAGETAN – Sejumlah pelajar tingkat SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Magetan mengikuti Kemah Pengukuhan Satuan Karya Pramuka Penanggulangan Bencana (SAKA-PB), Jumat-Sabtu (7-8/8/2026). Kegiatan yang digelar BPBD Kabupaten Magetan bersama Pramuka tersebut menjadi sarana pembekalan generasi muda dalam menghadapi potensi bencana.

Kegiatan dimulai Jumat pukul 14.00 WIB dengan pusat perkemahan berada di Tempat Parkir Mandoran, kawasan wisata Sarangan, Kecamatan Plaosan. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut hingga prosesi pengukuhan anggota SAKA-PB di Air Terjun Tirtosari, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, yang menjadi puncak acara.

Selain mengikuti apel pembukaan dan persiapan peserta, para pelajar mendapatkan materi teori kebencanaan. Mereka juga mengikuti kegiatan api unggun dan kebersamaan pada malam hari, olahraga pagi, hingga praktik lapangan melalui kegiatan jelajah alam.

Dalam kegiatan jelajah alam, peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan rute, tetapi juga mempraktikkan kemampuan observasi, orientasi medan, serta kerja sama tim. Materi tersebut dinilai penting sebagai bekal dasar ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, Kak Eka Radityo, S.STP., M.H., yang juga merupakan unsur pimpinan atau Majelis Pembimbing SAKA-PB, menekankan agar pembekalan yang diterima peserta tidak berhenti pada kemampuan teknis dasar kebencanaan.

Para anggota SAKA-PB diharapkan mampu mengaktualisasikan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dengan menjadi agen edukasi sekaligus penggerak kesiapsiagaan di tengah masyarakat.

Semangat Dasa Darma Pramuka juga ditekankan sebagai landasan dalam menjalankan berbagai aksi kemanusiaan. Dengan demikian, keberadaan SAKA-PB diharapkan turut mendukung upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Magetan yang semakin tangguh menghadapi risiko bencana.

Bagi peserta, kegiatan tersebut meninggalkan kesan tersendiri. Selain merasa antusias dan bangga, mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru dari rangkaian kegiatan yang memadukan pembelajaran kebencanaan dengan aktivitas di alam terbuka.

Giat jelajah alam menjadi salah satu kegiatan yang dinilai paling menantang. Peserta secara langsung belajar membaca kondisi medan sekaligus membangun kekompakan dalam regu.

Sementara itu, prosesi pengukuhan di kawasan Air Terjun Tirtosari menjadi salah satu momen yang paling menarik. Pengukuhan yang berlangsung di tengah suasana alam tersebut menjadi penanda resmi bagi para peserta untuk menjadi bagian dari SAKA-PB.

Peserta berharap kegiatan kolaborasi antara Pramuka dan BPBD tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun. Mereka juga mengusulkan agar pelatihan ke depan dilengkapi dengan simulasi evakuasi darurat dalam skala yang lebih besar.

Melalui kegiatan tersebut, SAKA-PB tidak hanya diarahkan menjadi wadah pembelajaran bagi pelajar, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini di Kabupaten Magetan.

Pewarta: Pewarta Cikal

Editor: (pw)